Kamis, 28 Agustus 2014

UNIKNYA INDONESIA


Bangsa Indonesia memang negara unik di dunia, kenapa unik? yang memiliki 17.504 pulau besar dan kecil, juga memiliki beberapa ras, diantaranya Austronesia, dan terdapat juga kelompok-kelompok suku Melanesia, Polinesia, dan Mikronesia terutama di Indonesia bagian Timur. Juga semenjak abad ke-8 etnis Tionghoa, India, dan Arab juga sudah menjadi bagian dari masyarakat bumi pertiwi.

Maka begitu beragam budaya berserta banyaknya keyakinan beragama yang ada seperti: Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh sekitar 85,2% penduduk Indonesia, yang menjadikan Indonesia negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Sisanya beragama Protestan (8,9%), Katolik (3%), Hindu (1,8%), Buddha (0,8%), dan lain-lain (0,3%). Selain agama-agama tersebut, pemerintah Indonesia juga secara resmi mengakui Konghucu.

Ditambah idologi-ideologi politik yang beragam, paham-paham yang penuh perbedaan yang tajam. Ini ( keragaman budaya ) tidaklah mengherankan, mengingat bumi pertiwi ini memang keberadaannya sudah dihuni semenjak antara dua juta sampai 500.000 tahun yang lalu.
Apakah segala perbedaan yang kita punya adalah hambatan? mengingat sikap alamiah manusia yang hanya mau bergandeng tangan bersama kelompok yang memiliki persamaan, bila berbeda manusia cenderung tidak mengacuhkannya, bahkan sentimen. Namun inikan sifat alami manusia, tapi bukan sifat masyarakat Indonesia. Inilah paradigma yang harus kita ubah.
Bagaimana merubahnya? Paradigma seperti apa? sebelum menuju paradigma, kita harus memiliki komitmen bahwa masyarakat Indonesia tidak seperti sifat alami manusia pada umumnya. Inilah dasarnya, kita tak perlu memandang perbedaan adalah suatu hal yang perlu dihindari, justru kita harus merasakan bahwa perbedaan itu adalah wajar, perbedaan di Indonesia adalah alami. Maka sifat alami masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang menghargai perbedaan.Masih banyak memang pertanyaan-pertanyaan seperti yang sering saya alami, misal : darimana asalmu? lalu saya jawab " Jakarta ", lalu diteruskan " maksudnya asal orang tuamu? dalam hati saya berkata " kok lucu sekali? kalau ditanya asalmu kana artinya tempat tinggal mu, atau setidak asal kelahiranmu. Apa hubungannya dengan asal orang tua saya? " .
Hal ini termasuk paradigma yang harus di ubah, bukankah hal ini sudah dituntaskan saat tahun 1928, yang pesertanya: Jong Java, Jong Sumatranen Bond (Pemoeda Soematera), Pemoeda Indonesia, Sekar Roekoen Pasoendan, Jong Islamieten Bond, Jong Bataks, Jong Celebes, Pemoeda Kaoem Betawi . Mereka sudah menyatakan bahwa kami mengakui berbangsa satu, bangsa Indonesia, berbahasa satu: bahasa Indonesia.
Namun sampai saat ini masih saja ada sekat-sekatan. Hal ini harus diubah, Bhinekka tunggal ika juga memperkuat rasa persatuan itu. Kita bisa bayangkan bila paradigma ini bisa kita jalankan, maka Indonesia bisa fokus untuk membesarkan namanya dimata dunia, tidak ada lagi ruang untuk provokator yang menginginkan kekacauan, karena dengan paradigma baru, kita akan menjawabnya: " udah gak jaman deh, kita semua bersaudara kok "Mungkinkah hal ini terjadi? sangat mungkin! kenapa?
Ya , karena kita tinggal di negara yang sampai kapanpun akan memiliki penuh perbedaan, kita tak bisa melawan fakta alamiah ini, daripada melawan, kenapa tidak kita mengikuti identitas bangsa ini, dengan berjiwa besar. Bersatu demi kebaikan bersama, juga demi kebaikan bumi pertiwi.
Manusia yang memiliki karakter tanpa pamrih, berbuat kebaikan karena menginginkan kebaikan ada di tanah pijakan kita, bangsa Indonesia yang memiliki masyarakat yang berhati luhur dan berjiwa besar. Kata-kata ini sudah sering kita dengar, bagaimana kawan bila kita mulai menjalan amanah ini? sebuah bentuk pengabdian kita kepada bangsa.
Kita boleh berbeda , namun tetap pengabdian kita adalah pada bumi pertiwi. Negara Indonesia yang kelak akan memasuki era pencerahan bangsa. salam hangat

1 komentar:

  1. Mantap artikelnya pak..menambah jiwa nasionalisme dan semangat kesatuan dan persatuan bangsa...Merdeka...!!

    BalasHapus