Senin, 01 September 2014

" Seberapa besar perhatian dan kasih sayangmu mencintai makhluq Allah "

Menyangi diri sendiri adalah salah satu bagian dari cara banyak orang dalam mempertahankan hidupnya. Sama halnya dengan hewan, dia selalu menyayangi dirinya sendiri, dan melindungi anak-anaknya yang belum bisa mencari makan sendiri. karena bagi hewan yang terpenting adalah bagaimana bisa memperoleh makan agar bisa mempertahankan hidupnya. 

Hewan, meskipun tak bisa berfikir, tapi dia punya insting dengan mencari makan, mencari perlindungan dan melakukan berbagai cara agar dia bisa tetap hidup. 
Hewan yang juga makhluq Tuhan,  membutuhkan perhatian, kasih sayang dan perlindungan. 

Hewan bisa diajar. Hewan juga bisa dilatih. Semuanya hanya karena instingnya yang ingin terus hidup. Itulah sebabnya apapun jenis hewan yang akan dilatih selalu saja di iming-imingi dengan pemberian makanan. karena bagi mereka adalah Hidup untuk Makan.

Sekarang mari kita bertanya pada diri sendiri : 
Apakah kita masih hanya sebatas menyayangi diri sendiri seperti yang juga dilakukan hewan.
Atau disamping menyayangi diri sendiri, anak dan keluaraga ;  Apakah kita juga menyayangi orang lain atau jiran tetangga. Seberapa besar kepedulian kita terhadap orang-orang yang membutuhkan perhatian dan pertolongan. 



Kalau ditanya semakin jauh ; Seberapa besar pula perhatian, dan perlindungan yang sudah yang kita curahkan kepada makhluq ciptaan Tuhan lainnya.  

Apakah kita tidak termasuk pemburu dan pembunuh hewan.

Marilah berfikir jernih. Mari mengikut tuntunan Agama. Kita harus hidup dengan jalinan silaturahim kepada sesama manusia, mengikat hubungan ke Imanan dan Taqwa kepada Allah. 


Janganlah bangga dengan mencintai diri sendiri tetapi berbanggalah dalam mencintai sesama manusia. Kemuliaan bukanlah mencintai tanah Airmu, tetapi bagaimana kau bisa dengan ikhlas mencintai seluruh umat manusiadan ciptaaan Tuhan yang lainnya"

Maka Berfikirlah ..... 
Borngin di sudut kota narasiK.