Sabtu, 30 Agustus 2014

Sejauh mana Kau mengenali Ayahmu ...


Mungkin Ibu lebih sering menelefon utk menanyakan keadaan kita setiap hari.. Tapi tahukah kau sebenarnya Ayahlah yang mengingatkan Ibu untuk menelefon kita,  Ayah selalu bertanya: " telefon lah anak kita,  tanya dia " Apa khabarnya, bagaimana pekerjaaanya.
Semasa kecil, Ibulah yg lebih sering menggendong kita. Tapi tahukah kau bahwa sebaik saja ayah pulang bekerja,  dengan wajah yang letih, Ayahlah selalu menanyakan apa yg telah kita lakukan seharian. 
Saat kita sakit atau demam, Ayah sering membentak :  "kan Ayah sudah bilang jangan main hujan,  jangan minum Es" Tahukah kamu karena Ayah sangat merisaukanmu
Ketika kita remaja, kita meminta izin untk keluar malam. Ayah dengan tegas berkata : "Tidak boleh!" Sadarkah kita bahwa Ayah hanya ingin menjaga kita,  Kerana buat Ayah, kita adalah sesuatu yang sangat berharga. 
Saat kita sudah dipercayai, Ayahpun melonggarkan peraturannya. Dan sebaliknya kitapun melanggar kepercayaannya. Pulang larut malam.  Tahukah kau sesungguhnya  Ayahlah yang setia menunggu kita pulang, meski dia berbaring di tempat tidur, tapi matanya tak terpejam memikirkanmu. Dia menunggumu dengan perasaan sangat risau, padahal tadi siang Ayahmu sudah bekerja sangat berat untuk membiayai hidupmu. Dan ketika kau pulang larut malam. Ayah marah padamu,  tahukah kau yang ayah tak mau terjadi apa-apa pada kita. karena kau sangat berharga buatnya, sadarkah kau kalau baginya kita adalah harta miliknya yang paling mahal.
Setelah kita menginjak awal dewasa, ayahpun memberi kesempatan yang lebih luas lagi untuk menuntut ilmu yang lebih tinggi. Ia beri kesempatan untuk belajar sampai ke Perg Tinggi. Disaat kita memerlukan macam-macam, untuk keperluan kuliah, Ayah hanya mengerutkan dahi, tanpa menolak, beliau memenuhinya.
Dan manakala kamu berhasil, Ayahlah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukmu. Ayah akan tersenyum dengan bangga,  walaupun kadang2 ayah bersembunyi malu agar kau tak melihatnya, tapi tahukah perlahan-lahan Ayah berbisik, Ayah bercerita dekat ibu, bahwa sesungguhnya Ia sangat mengagumi mu.
Sampai ketika jodoh kita telah datang dan meminta izin untuk mengambil kita dari Ayah. Ayah sangat berhati-hati mengizinkannya. 
Dan akhirnya. Saat ayah melihat kita duduk di atas pelamin bersama pasangan kita. Ayahpun tersenyum bahagia.
Apa kau tahu, bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis.  Ayah menangis kerana Ayah sangat bahagia, Ayah menangis karena ikhlas melepasmu. Dan diapun berdoa : " Ya Allah, tugasku telah selesai dgn baik. Bahagiakanlah Putera Puteri kecilku yg manis ini bersama pasangannya". 
Setelah itu Ayah hanya akan menunggu kedatangan kita bersama cucu-cucunya yg sesekali dtg untuk menjenguk. Dengan rambut yg memutih dan badan yang tak lagi kuat untuk menjaga kita.
Itulah sebahagian kecil Pengorbanan dari seorang Ayah. 
Apakah kita masih belum sedar,  Atau masih tetap mengingat kemarahan Ayah, dan menjadikan alasan untuk tetap membencinya.
Percayalah,  Dia orang yang paling merindukan kamu,  walau kerinduan Ibu lebih terlihat, tapi bukan mustahil kerinduan Ayah terhadap kita bisa melebihi kerinduan yang Ibu tunjukkan.
Ketika kita datang mengunjungi mereka, Kua peluk Ibumu, kau cium pipi ibu, Ayah hanya tersenyum melihatnya. Tahukah kau yang kita telah berlaku tidak adil terhadap ayah,  apakah Ayah tak layak mendapat ciuman sama, seperti juga yang kita berikan pada ibu ..?
Ternyata Kamu lupa masa kecilmu,
Padahal Ayah juga menggendong dan mencium kamu di masa kecil


 
Borngin, di sudut kota  narasiK 
Inspirasi dari ; _Da'wah Ustaz Azhar Idrus

Kamis, 28 Agustus 2014

UNIKNYA INDONESIA


Bangsa Indonesia memang negara unik di dunia, kenapa unik? yang memiliki 17.504 pulau besar dan kecil, juga memiliki beberapa ras, diantaranya Austronesia, dan terdapat juga kelompok-kelompok suku Melanesia, Polinesia, dan Mikronesia terutama di Indonesia bagian Timur. Juga semenjak abad ke-8 etnis Tionghoa, India, dan Arab juga sudah menjadi bagian dari masyarakat bumi pertiwi.

Maka begitu beragam budaya berserta banyaknya keyakinan beragama yang ada seperti: Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh sekitar 85,2% penduduk Indonesia, yang menjadikan Indonesia negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Sisanya beragama Protestan (8,9%), Katolik (3%), Hindu (1,8%), Buddha (0,8%), dan lain-lain (0,3%). Selain agama-agama tersebut, pemerintah Indonesia juga secara resmi mengakui Konghucu.

Ditambah idologi-ideologi politik yang beragam, paham-paham yang penuh perbedaan yang tajam. Ini ( keragaman budaya ) tidaklah mengherankan, mengingat bumi pertiwi ini memang keberadaannya sudah dihuni semenjak antara dua juta sampai 500.000 tahun yang lalu.
Apakah segala perbedaan yang kita punya adalah hambatan? mengingat sikap alamiah manusia yang hanya mau bergandeng tangan bersama kelompok yang memiliki persamaan, bila berbeda manusia cenderung tidak mengacuhkannya, bahkan sentimen. Namun inikan sifat alami manusia, tapi bukan sifat masyarakat Indonesia. Inilah paradigma yang harus kita ubah.
Bagaimana merubahnya? Paradigma seperti apa? sebelum menuju paradigma, kita harus memiliki komitmen bahwa masyarakat Indonesia tidak seperti sifat alami manusia pada umumnya. Inilah dasarnya, kita tak perlu memandang perbedaan adalah suatu hal yang perlu dihindari, justru kita harus merasakan bahwa perbedaan itu adalah wajar, perbedaan di Indonesia adalah alami. Maka sifat alami masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang menghargai perbedaan.Masih banyak memang pertanyaan-pertanyaan seperti yang sering saya alami, misal : darimana asalmu? lalu saya jawab " Jakarta ", lalu diteruskan " maksudnya asal orang tuamu? dalam hati saya berkata " kok lucu sekali? kalau ditanya asalmu kana artinya tempat tinggal mu, atau setidak asal kelahiranmu. Apa hubungannya dengan asal orang tua saya? " .
Hal ini termasuk paradigma yang harus di ubah, bukankah hal ini sudah dituntaskan saat tahun 1928, yang pesertanya: Jong Java, Jong Sumatranen Bond (Pemoeda Soematera), Pemoeda Indonesia, Sekar Roekoen Pasoendan, Jong Islamieten Bond, Jong Bataks, Jong Celebes, Pemoeda Kaoem Betawi . Mereka sudah menyatakan bahwa kami mengakui berbangsa satu, bangsa Indonesia, berbahasa satu: bahasa Indonesia.
Namun sampai saat ini masih saja ada sekat-sekatan. Hal ini harus diubah, Bhinekka tunggal ika juga memperkuat rasa persatuan itu. Kita bisa bayangkan bila paradigma ini bisa kita jalankan, maka Indonesia bisa fokus untuk membesarkan namanya dimata dunia, tidak ada lagi ruang untuk provokator yang menginginkan kekacauan, karena dengan paradigma baru, kita akan menjawabnya: " udah gak jaman deh, kita semua bersaudara kok "Mungkinkah hal ini terjadi? sangat mungkin! kenapa?
Ya , karena kita tinggal di negara yang sampai kapanpun akan memiliki penuh perbedaan, kita tak bisa melawan fakta alamiah ini, daripada melawan, kenapa tidak kita mengikuti identitas bangsa ini, dengan berjiwa besar. Bersatu demi kebaikan bersama, juga demi kebaikan bumi pertiwi.
Manusia yang memiliki karakter tanpa pamrih, berbuat kebaikan karena menginginkan kebaikan ada di tanah pijakan kita, bangsa Indonesia yang memiliki masyarakat yang berhati luhur dan berjiwa besar. Kata-kata ini sudah sering kita dengar, bagaimana kawan bila kita mulai menjalan amanah ini? sebuah bentuk pengabdian kita kepada bangsa.
Kita boleh berbeda , namun tetap pengabdian kita adalah pada bumi pertiwi. Negara Indonesia yang kelak akan memasuki era pencerahan bangsa. salam hangat

Senin, 25 Agustus 2014

Tekad Seorang Petani Kecil

K
Kaki ini mungkin sudah sangat lelah
dan sekujur tubuhku penuh dengan peluh
tapi bukan disini aku harus berhenti
tujuanku masih sangat jauh..

Tubuh ini memang telah limbung,
gontai dengan beban yang hampir tak bisa kuangkat lagi
tapi ini masih hutan belantara penuh ilalang
dan bukan di sini tujuanku

Mungkin seluruh energi dari makanan tadi pagi,
sudah habis di lumat oleh bukit-bukit itu,
tapi hati ini masih ingin sampai tujuan.
dan hanya itu kekuatanku yang tersisa.
Tekadku telah ku bulatkan..

hati ku masih belum ingin menyerah…
biarlah tubuh ini hancur…
tapi hatiku akan tetap berdiri …
dan aku yakin aku harus sampai, harus bisa sampai kesana.