Menyangi diri sendiri adalah salah satu bagian dari cara banyak orang dalam mempertahankan hidupnya. Sama halnya dengan hewan, dia selalu menyayangi dirinya sendiri, dan melindungi anak-anaknya yang belum bisa mencari makan sendiri. karena bagi hewan yang terpenting adalah bagaimana bisa memperoleh makan agar bisa mempertahankan hidupnya.
Hewan, meskipun tak bisa berfikir, tapi dia punya insting dengan mencari makan, mencari perlindungan dan melakukan berbagai cara agar dia bisa tetap hidup.
Hewan yang juga makhluq Tuhan, membutuhkan perhatian, kasih sayang dan perlindungan.
Hewan bisa diajar. Hewan juga bisa dilatih. Semuanya hanya karena instingnya yang ingin terus hidup. Itulah sebabnya apapun jenis hewan yang akan dilatih selalu saja di iming-imingi dengan pemberian makanan. karena bagi mereka adalah Hidup untuk Makan.
Sekarang mari kita bertanya pada diri sendiri :
Apakah kita masih hanya sebatas menyayangi diri sendiri seperti yang juga dilakukan hewan.
Atau disamping menyayangi diri sendiri, anak dan keluaraga ; Apakah kita juga menyayangi orang lain atau jiran tetangga. Seberapa besar kepedulian kita terhadap orang-orang yang membutuhkan perhatian dan pertolongan.
Kalau ditanya semakin jauh ; Seberapa besar pula perhatian, dan perlindungan yang sudah yang kita curahkan kepada makhluq ciptaan Tuhan lainnya.
Apakah kita tidak termasuk pemburu dan pembunuh hewan.
Marilah berfikir jernih. Mari mengikut tuntunan Agama. Kita harus hidup dengan jalinan silaturahim kepada sesama manusia, mengikat hubungan ke Imanan dan Taqwa kepada Allah.
Janganlah bangga dengan mencintai diri
sendiri tetapi berbanggalah dalam mencintai sesama manusia. Kemuliaan
bukanlah mencintai tanah Airmu, tetapi bagaimana kau bisa dengan ikhlas mencintai seluruh umat manusiadan ciptaaan Tuhan yang lainnya"
Maka Berfikirlah .....
Borngin di sudut kota narasiK.
Senin, 01 September 2014
Sabtu, 30 Agustus 2014
Sejauh mana Kau mengenali Ayahmu ...
Mungkin Ibu lebih sering menelefon utk menanyakan keadaan kita setiap hari..
Tapi tahukah kau sebenarnya Ayahlah yang mengingatkan Ibu untuk
menelefon kita, Ayah selalu bertanya: " telefon
lah anak kita, tanya dia " Apa khabarnya, bagaimana pekerjaaanya.
Semasa kecil, Ibulah yg lebih sering menggendong kita. Tapi tahukah
kau bahwa sebaik saja ayah pulang bekerja, dengan wajah yang letih, Ayahlah selalu menanyakan apa yg telah kita lakukan seharian.
Saat
kita sakit atau demam, Ayah sering membentak : "kan Ayah sudah bilang
jangan main hujan, jangan minum Es" Tahukah kamu karena Ayah
sangat merisaukanmu
Ketika kita remaja, kita meminta izin untk keluar malam.
Ayah dengan tegas berkata : "Tidak boleh!" Sadarkah kita bahwa Ayah
hanya ingin menjaga kita, Kerana buat Ayah, kita adalah sesuatu yang
sangat berharga.
Saat kita sudah dipercayai, Ayahpun melonggarkan
peraturannya. Dan sebaliknya kitapun melanggar kepercayaannya. Pulang larut malam. Tahukah kau sesungguhnya Ayahlah yang setia menunggu kita pulang, meski dia berbaring di tempat tidur, tapi matanya tak terpejam memikirkanmu. Dia menunggumu dengan perasaan sangat
risau, padahal tadi siang Ayahmu sudah bekerja sangat berat untuk membiayai hidupmu. Dan ketika kau pulang larut malam. Ayah marah padamu, tahukah kau yang
ayah tak mau terjadi apa-apa pada kita. karena kau sangat berharga buatnya,
sadarkah kau kalau baginya kita adalah harta miliknya yang paling mahal.
Setelah kita menginjak awal dewasa, ayahpun memberi kesempatan yang
lebih luas lagi untuk menuntut ilmu yang lebih tinggi. Ia beri
kesempatan untuk belajar sampai ke Perg Tinggi. Disaat kita memerlukan
macam-macam, untuk keperluan kuliah, Ayah hanya mengerutkan dahi, tanpa
menolak, beliau memenuhinya.
Dan manakala kamu berhasil, Ayahlah
orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukmu. Ayah akan
tersenyum dengan bangga, walaupun kadang2 ayah bersembunyi malu agar
kau tak melihatnya, tapi tahukah perlahan-lahan Ayah berbisik, Ayah
bercerita dekat ibu, bahwa sesungguhnya Ia sangat mengagumi mu.
Sampai
ketika jodoh kita telah datang dan meminta izin untuk mengambil kita
dari Ayah. Ayah sangat berhati-hati mengizinkannya.
Dan akhirnya.
Saat ayah melihat kita duduk di atas pelamin bersama pasangan kita. Ayahpun tersenyum bahagia.
Apa kau tahu, bahwa ayah sempat pergi ke
belakang dan menangis. Ayah menangis kerana Ayah sangat bahagia, Ayah menangis karena ikhlas melepasmu. Dan diapun berdoa : " Ya Allah, tugasku telah selesai dgn baik. Bahagiakanlah Putera Puteri kecilku yg manis ini bersama pasangannya".
Setelah itu Ayah hanya akan menunggu kedatangan kita bersama cucu-cucunya yg
sesekali dtg untuk menjenguk. Dengan rambut yg memutih dan badan yang
tak lagi kuat untuk menjaga kita.
Itulah sebahagian kecil Pengorbanan dari seorang Ayah.
Apakah kita masih belum sedar, Atau masih tetap mengingat kemarahan Ayah, dan menjadikan alasan untuk tetap membencinya.
Percayalah, Dia
orang yang paling merindukan kamu, walau kerinduan Ibu lebih terlihat, tapi
bukan mustahil kerinduan Ayah terhadap kita bisa melebihi kerinduan yang Ibu tunjukkan.
Ketika kita datang mengunjungi mereka, Kua peluk Ibumu, kau cium pipi ibu, Ayah hanya tersenyum melihatnya. Tahukah
kau yang kita telah berlaku tidak adil terhadap ayah, apakah Ayah tak
layak mendapat ciuman sama, seperti juga yang kita berikan pada ibu ..?
Borngin, di sudut kota narasiK
Inspirasi dari ; _Da'wah Ustaz Azhar Idrus
Inspirasi dari ; _Da'wah Ustaz Azhar Idrus
Kamis, 28 Agustus 2014
UNIKNYA INDONESIA
Bangsa Indonesia memang negara unik di dunia, kenapa unik? yang memiliki 17.504 pulau besar dan kecil, juga memiliki beberapa ras, diantaranya Austronesia, dan terdapat juga kelompok-kelompok suku Melanesia, Polinesia, dan Mikronesia terutama di Indonesia bagian Timur. Juga semenjak abad ke-8 etnis Tionghoa, India, dan Arab juga sudah menjadi bagian dari masyarakat bumi pertiwi.
Maka begitu beragam budaya berserta banyaknya keyakinan beragama yang ada seperti: Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh sekitar 85,2% penduduk Indonesia, yang menjadikan Indonesia negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Sisanya beragama Protestan (8,9%), Katolik (3%), Hindu (1,8%), Buddha (0,8%), dan lain-lain (0,3%). Selain agama-agama tersebut, pemerintah Indonesia juga secara resmi mengakui Konghucu.
Ditambah idologi-ideologi politik yang beragam, paham-paham yang penuh perbedaan yang tajam. Ini ( keragaman budaya ) tidaklah mengherankan, mengingat bumi pertiwi ini memang keberadaannya sudah dihuni semenjak antara dua juta sampai 500.000 tahun yang lalu.
Apakah segala perbedaan yang kita punya adalah hambatan? mengingat sikap alamiah manusia yang hanya mau bergandeng tangan bersama kelompok yang memiliki persamaan, bila berbeda manusia cenderung tidak mengacuhkannya, bahkan sentimen. Namun inikan sifat alami manusia, tapi bukan sifat masyarakat Indonesia. Inilah paradigma yang harus kita ubah.
Bagaimana merubahnya? Paradigma seperti apa? sebelum menuju paradigma, kita harus memiliki komitmen bahwa masyarakat Indonesia tidak seperti sifat alami manusia pada umumnya. Inilah dasarnya, kita tak perlu memandang perbedaan adalah suatu hal yang perlu dihindari, justru kita harus merasakan bahwa perbedaan itu adalah wajar, perbedaan di Indonesia adalah alami. Maka sifat alami masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang menghargai perbedaan.Masih banyak memang pertanyaan-pertanyaan seperti yang sering saya alami, misal : darimana asalmu? lalu saya jawab " Jakarta ", lalu diteruskan " maksudnya asal orang tuamu? dalam hati saya berkata " kok lucu sekali? kalau ditanya asalmu kana artinya tempat tinggal mu, atau setidak asal kelahiranmu. Apa hubungannya dengan asal orang tua saya? " .
Hal ini termasuk paradigma yang harus di ubah, bukankah hal ini sudah dituntaskan saat tahun 1928, yang pesertanya: Jong Java, Jong Sumatranen Bond (Pemoeda Soematera), Pemoeda Indonesia, Sekar Roekoen Pasoendan, Jong Islamieten Bond, Jong Bataks, Jong Celebes, Pemoeda Kaoem Betawi . Mereka sudah menyatakan bahwa kami mengakui berbangsa satu, bangsa Indonesia, berbahasa satu: bahasa Indonesia.
Namun sampai saat ini masih saja ada sekat-sekatan. Hal ini harus diubah, Bhinekka tunggal ika juga memperkuat rasa persatuan itu. Kita bisa bayangkan bila paradigma ini bisa kita jalankan, maka Indonesia bisa fokus untuk membesarkan namanya dimata dunia, tidak ada lagi ruang untuk provokator yang menginginkan kekacauan, karena dengan paradigma baru, kita akan menjawabnya: " udah gak jaman deh, kita semua bersaudara kok "Mungkinkah hal ini terjadi? sangat mungkin! kenapa?
Ya , karena kita tinggal di negara yang sampai kapanpun akan memiliki penuh perbedaan, kita tak bisa melawan fakta alamiah ini, daripada melawan, kenapa tidak kita mengikuti identitas bangsa ini, dengan berjiwa besar. Bersatu demi kebaikan bersama, juga demi kebaikan bumi pertiwi.
Manusia yang memiliki karakter tanpa pamrih, berbuat kebaikan karena menginginkan kebaikan ada di tanah pijakan kita, bangsa Indonesia yang memiliki masyarakat yang berhati luhur dan berjiwa besar. Kata-kata ini sudah sering kita dengar, bagaimana kawan bila kita mulai menjalan amanah ini? sebuah bentuk pengabdian kita kepada bangsa.
Kita boleh berbeda , namun tetap pengabdian kita adalah pada bumi pertiwi. Negara Indonesia yang kelak akan memasuki era pencerahan bangsa. salam hangat
Senin, 25 Agustus 2014
Tekad Seorang Petani Kecil
K
Kaki ini mungkin sudah sangat lelah
dan sekujur tubuhku penuh dengan peluh
tapi bukan disini aku harus berhenti
tujuanku masih sangat jauh..
Tubuh ini memang telah limbung,
gontai dengan beban yang hampir tak bisa kuangkat lagi
tapi ini masih hutan belantara penuh ilalang
dan bukan di sini tujuanku
Mungkin seluruh energi dari makanan tadi pagi,
sudah habis di lumat oleh bukit-bukit itu,
tapi hati ini masih ingin sampai tujuan.
dan hanya itu kekuatanku yang tersisa.
Tekadku telah ku bulatkan..
hati ku masih belum ingin menyerah…
biarlah tubuh ini hancur…
tapi hatiku akan tetap berdiri …
dan aku yakin aku harus sampai, harus bisa sampai kesana.
Kaki ini mungkin sudah sangat lelah
dan sekujur tubuhku penuh dengan peluh
tapi bukan disini aku harus berhenti
tujuanku masih sangat jauh..
Tubuh ini memang telah limbung,
gontai dengan beban yang hampir tak bisa kuangkat lagi
tapi ini masih hutan belantara penuh ilalang
dan bukan di sini tujuanku
Mungkin seluruh energi dari makanan tadi pagi,
sudah habis di lumat oleh bukit-bukit itu,
tapi hati ini masih ingin sampai tujuan.
dan hanya itu kekuatanku yang tersisa.
Tekadku telah ku bulatkan..
hati ku masih belum ingin menyerah…
biarlah tubuh ini hancur…
tapi hatiku akan tetap berdiri …
dan aku yakin aku harus sampai, harus bisa sampai kesana.
Langganan:
Komentar (Atom)



